WARGA KAMPUNG MALANG- GEMPOL SARI TAGIH JANJI PEMBANGUNAN SALURAN AIR, JANGAN HANYA PAVING BLOCK YANG DIPRIORITASKAN !

Radarberitanasional.co.id
By -
0


TANGERANG KABUPATEN, II-RBN-CO-ID – Keluhan "warga" Kampung Malang RT 03/RW 05, Desa Gempol Sari, kembali mencuat. Mereka mendesak Pemerintah Desa (pemdes) Gempol Sari-  Sepatan Timur dan instansi terkait agar segera merealisasikan pembangunan saluran air (SPAL) yang hingga kini belum tersedia di lingkungan pemukiman mereka(17/6/26).


Berdasarkan hasil peninjauan dan investigasi langsung di lokasi, kondisi lingkungan warga dinilai memprihatinkan. Di sepanjang kawasan permukiman tersebut tidak ditemukan saluran drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air hujan maupun limbah rumah tangga kerap tidak memiliki jalur pembuangan yang jelas dan di rasa berpotensi menimbulkan genangan sa'at musim hujan.


"Warga" mempertanyakan arah prioritas pembangunan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Menurut mereka, pembangunan paving block tidak akan menyelesaikan persoalan utama jika sistem drainase masih diabaikan.


"Kami bukan meminta paving block. Yang kami butuhkan sekarang adalah saluran air. Percuma jalan bagus kalau air tetap menggenang di depan rumah warga," ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.


Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari genangan berkepanjangan, berkembangnya sarang nyamuk penyebab penyakit, hingga menurunnya kwalitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.


Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa (kades) Gempol Sari mengakui bahwa kebutuhan pembangunan saluran air di Kampung Malang memang telah masuk dalam daftar usulan pembangunan desa. Namun hingga sa'at ini realisasinya masih belum terlihat di lapangan.


"Usulan pembangunan saluran air sudah kami ajukan dan menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan untuk direalisasikan," ujar Kepala Desa.


Pernyata'an tersebut kini menjadi perhatian warga yang menunggu bukti nyata, bukan sekedar janji dan usulan di atas kertas. Masyarakat berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan anggaran dan menetapkan jadwal pelaksana'an pembangunan drainase tersebut.


Warga menegaskan bahwa saluran air bukanlah proyek pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan lingkungan. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan berulang kali tidak kembali seolah tenggelam dalam tumpukan proposal pembangunan tanpa kejelasan realisasi.


Jika pemerintah serius membangun dari kebutuhan masyarakat, maka saluran air di Kampung Malang seharusnya menjadi prioritas utama sebelum proyek-proyek lain yang sifatnya hanya mempercantik lingkungan namun tidak menyelesaikan akar permasalahan yang dihadapi warga setiap hari.


(Investigasi Alex Pantura)





                 Redaktur Boks : 👇👇👇



                    

                   Literasi / Informasi : WA (0813 8282 2975)
Boks Redaksi :
Anda Klik tekan lama buka tautan di bawah ini, bulatan CROME (Open) klik/tekan berhasil.
👇
https://radarberitanasional.co.id/pages/redaksi-box



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)