Tangerang Kabupaten – RBN.co.id
Proyek pembangunan saluran drainase U-Ditch di Kampung Tengkolo, RT 02/RW 02, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menuai kritik tajam dari "warga". Proyek yang dibiayai melalui PBH dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp53 juta lebih itu dinilai dikerjakan tanpa memperhatikan kwalitas dan kerapian sebagaimana mestinya.
Pantauan di lokasi pada Rabu (17/6/2026) memperlihatkan sejumlah bagian saluran terpasang tidak lurus presisi dan terlihat bergelombang. Sambungan antar-U-Ditch juga tampak tidak rapat, sehingga menimbulkan pertanya'an mengenai kwalitas pekerja'an yang sedang berjalan. Kondisi tersebut memicu keraguan dan juga kekhawatiran masyarakat bahwa proyek yang menggunakan uang rakyat ini diduga berpotensi tidak memiliki daya tahan yang optimal.
Ironisnya, di tengah nilai anggaran yang tidak sedikit untuk ukuran pembangunan lingkungan, pengawasan proyek justru disebut-sebut nyaris tidak terlihat. Sejumlah warga mengaku jarang melihat keberada'an mandor maupun pihak yang bertanggung jawab mengawasi pekerja'an di lapangan.
Akibat lemahnya pengawasan, kwalitas pekerja'an yang seharusnya menjadi prioritas utama justru dipertanyakan. "Warga" menilai proyek tersebut terkesan hanya mengejar penyelesaian pekerja'an tanpa memperhatikan mutu hasil akhir.
“Kalau memang anggaran nya puluhan juta rupiah, masyarakat tentu berharap hasilnya rapi dan kuat. Yang terlihat sekarang justru sebaliknya. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah mengalami kerusakan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai fungsi pengawasan teknis dalam proyek tersebut. Siapa yang mengawasi..? Apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis..? Apakah material dan metode pemasangan telah memenuhi standar yang ditetapkan..? Pertanya'an-pertanya'an itu hingga kini masih menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa (pemdes) Gaga-Pakuhaji dan instansi terkait didesak segera turun tangan melakukan pemeriksa'an menyeluruh terhadap proyek tersebut. Audit tehknis perlu dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkwalitas, bukan sekedar proyek yang selesai secara administrasi tetapi menyisakan persoalan di lapangan.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Namun warga juga tidak ingin proyek yang dibiayai dari uang rakyat dikerjakan asal jadi dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Transparansi, kualitas pekerja'an, dan pengawasan yang ketat merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan dalam setiap proyek pembangunan.
Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi pekerja'an, pelaksana proyek harus bertanggung jawab melakukan perbaikan hingga memenuhi standar yang ditetapkan. Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya soal menghabiskan anggaran, melainkan menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(Alex Pantura)
Redaktur Boks : 👇👇👇
Posting Komentar
0Komentar