"Tak Punya Ahklaq ! Di Malam Tahun Baru Keagama'an Semai Dosa ", Pasutri Pedagang di Cipondoh Diduga Kembali Jadi Korban Kejahatan Jalanan, Uang Modal dan Barang Berharga Dalam Tas Raib Di Rampas !!

Radarberitanasional.co.id
By -
0

TANGKOT || RBN.CO.ID – Nasib nahas kembali dialami pasangan suami istri (pasutri) pengusaha yang berdomisili di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang. Lin (48) dan Ek (52), (nama disamarkan) warga berdarah batak asal Medan, Sumatera Utara, diduga kembali menjadi korban kejahatan jalanan yang diduga dilakukan oleh komplotan pelaku curas pada waktu dini hari (16/06/2026). Malam pergantian tahun baru dimana ummat muslim tengah mensakral kan kesucian-nya justru terduga pelaku aksi kejahatan menodai nya.


Peristiwa tersebut dikatakan terjadi pada Selasa (16/6/2026) bertepatan pada peringatan Malam 1 Muharram 1448 H sekira pukul 04.00 WIB di kawasan SPBU dekat Terminal Poris Plawad, Jl. Benteng Betawi Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.


Menurut keterangan Lin melalui sambungan telephone, suaminya sa'at itu tengah mengantree untuk mengisi bahan bakar sepeda motor sebelum berangkat ke Pasar Induk Tanah Tinggi, tempat mereka menjalankan usaha sehari-hari.


Sa'at kondisi SPBU cukup ramai, Ek tidak menyadari bahwa tas selempang yang biasa dibawanya telah menjadi sasaran pelaku. Diduga, pelaku yang telah berkomplot memanfa'atkan situasi antrean untuk melancarkan aksinya.



"Suami saya seperti biasa isi bensin di SPBU dekat Terminal Poris Taman Royal. Karena ramai, kami mengira orang-orang yang berdesakan itu juga sedang mengantre. Setelah hendak membayar, baru sadar tas selempangnya sudah robek besar dan seluruh isinya hilang dua hp dan uang cash buat muter belanja,,seperti disilet kater (Cutter-Red)," ujar Lin.



Akibat kejadian tersebut, Ek kehilangan dua unit telephone genggam, sebuah jam tangan, serta uang tunai yang sedianya akan digunakan sebagai modal belanja untuk perputaran usaha warung kelontong yang mereka kelola.



Lind mengungkapkan bahwa suaminya sempat melihat dua orang yang dicurigai sebagai pelaku. Menurutnya, wajah kedua orang tersebut tidak asing karena sering terlihat berada di sekitar kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi.



Tidak hanya kehilangan barang berharga, Ek juga diduga menjadi sasaran intimidasi. Sa'at perjalanan pulang menuju gerbang komplek rumahnya, tepatnya di sekitaran gerbang masuk perumahan tempat tinggal mereka, Eko mengaku mendapat pukulan pada bagian belakang leher dengan sebatang balok dari seseorang yang berboncengan sepeda motor.



"Kami curiga mereka memang sudah mengincar suami saya. Setelah kejadian di SPBU, sa'at menuju rumah, leher bagian belakang suami saya sempat dipukul. Untung tidak sampai terjatuh. Setelah itu pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan masih sepi," tambah Linda.



Menurut Linda, ini bukan kali pertama dirinya dan suami menjadi korban tindak kriminal. Ia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli dan pengawasan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuh di kawasan JL. Benteng Betawi Cipondoh dan sekitarnya.



Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak APH kepolisian dan sa'at ini sedang ditangani oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Cipondoh untuk penyelidikan lebih lanjut.



Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap identitas pelaku dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pedagang yang beraktivitas pada dini hari.***


Pewarta : Dewi Sari / Red






             Redaktur Boks : 👇👇👇


                    

                   Literasi / Informasi : WA (0813 8282 2975)
Boks Redaksi :
Anda Klik tekan lama buka tautan di bawah ini, bulatan CROME (Open) klik/tekan berhasil.
👇
https://radarberitanasional.co.id/pages/redaksi-box


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)