Bedah Rumah atau Beban Baru..? Warga Miskin Mengaku "Dipaksa" Bongkar Rumah Sendiri" Sebelum Bantuan Turun

Radarberitanasional.co.id
By -
0


KABUPATEN TANGERANG | RBN.CO.ID – Program bedah rumah (RTTLH) yang sejatinya menjadi harapan bagi masyarakat "kurang mampu" justru diduga di rasa menyisakan tanda tanya besar di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang (15/06/2026).

Pasalnya, hingga memasuki hari kerja dari Senin sampai Jum'at, pelaksana'an pembangunan rumah milik Sarni (55) belum juga dimulai. Ironis nya, keluarga penerima manfa'at mengaku diminta membongkar sendiri rumah lamanya sebelum proses pembangunan dapat dilakukan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, perminta'an tersebut di rasakan sangat memberatkan. Rumah yang menjadi satu-satunya tempat berteduh kini terancam rata dengan tanah, sementara pembangunan pengganti belum terlihat tanda-tanda dimulai.

"Bantuan dari kecamatan, ateuh kita bingung... suruh bongkar sendiri rumah lama ini, lah regaji (Gergaji-Red) haya saya gak punya..? Gak ada yang bantuin, ada cucu juga masih kecit (kecil-Red) kata bang Ad* sama Yus*f sama tim tukang yang mo bedah rumah kita baru mau kerjain kalau rumah udah rebuh beres," ungkap Sarni kepada wartawan sa'at dikonfirmasi di lokasi bedah rumah di RT 01/03 Desa Gempol Sari.

Pernyata'an tersebut memunculkan pertanya'an serius mengenai mekanisme pelaksana'an program yang menggunakan anggaran publik itu. Masyarakat menilai program bantuan sosial seharusnya meringankan beban warga miskin, bukan justru menambah kesulitan dengan mewajibkan penerima manfa'at melakukan pekerja'an pembongkaran secara mandiri.

Lebih memprihatinkan lagi, menurut keterangan warga, material bangunan rumah lama yang telah dibongkar hingga lokasi menjadi rata baru di laksanakan pengerja'an nya. Kondisi itu membuat keluarga penerima bantuan berada dalam posisi serba sulit, rumah lama sudah tidak layak dihuni, sementara rumah baru tak kunjung dibangun.

Harapan besar masyarakat terhadap program bedah rumah yang digagas pemerintah pun mulai dipertanyakan. Warga berharap program tersebut dijalankan secara maksimal, profesional, dan manusiawi, bukan sekedar menggugurkan kewajiban administratif tanpa memperhatikan kondisi riil penerima manfa'at.

"Kalau memang ini program untuk membantu rakyat kecil, jangan sampai rakyat kecil justru dibiarkan berjuang sendiri. Jangan sampai bantuan yang seharusnya menjadi solusi malah berubah menjadi sumber penderita'an baru," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak yang disebut-sebut sebagai pelaksana lapangan, yakni Ade dan Yusuf yang disebut warga sebagai kepanjangan tangan tim bedah rumah Kecamatan Sepatan Timur, hingga berita ini diterbitkan masih terus diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas persoalan tersebut.

Publik kini menunggu jawaban dari pihak terkait. Apakah program bedah rumah benar-benar hadir untuk mengangkat derajat masyarakat miskin, atau justru menyisakan kisah pilu bagi mereka yang paling membutuhkan uluran tangan pemerintah..?

Pewarta : Alex PPT
Editor      : Dewi Sari.




                 Redaktur Boks : 👇👇👇


                    

                   Literasi / Informasi : WA (0813 8282 2975)
Boks Redaksi :
Anda Klik tekan lama buka tautan di bawah ini, bulatan CROME (Open) klik/tekan berhasil.
👇
https://radarberitanasional.co.id/pages/redaksi-box


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)