TANGERANG KAB ||RBN.CO.ID - Warga Sukadiri, Kec Sukadiri Kabupaten Tangerang-Banten, digegerkan oleh kejadian temuan sesosok jasad manusia yang tersangkut di antara dahan dan ranting bekas pohon di aliran Sungai Kali Adem, jelang jembatan luhur POLYTEKHPEL Pelayaran Banten pada Kamis (9/4/2026) sekira jam 13.40 WIB.
Peristiwa mengerikan itu terjadi di kawasan bibir pertemuan menjelang mulut muara sungai dengan laut lepas, tepatnya di pesisir Desa Karang Serang, tak jauh dari jembatan luhur kawasan sekolah Pelayaran Banten yang dahulu adalah BP2IP.
Sa'at ditemukan, korban mengenakan seragam sekolah berwarna putih dengan logo Pondok Pesantren Al-Mutazam, dipadukan celana abu-abu dan ikat pinggang. Di dekatnya juga ditemukan tas berwarna krem bertuliskan “NIZAM”, yang menguatkan duga'an bahwa korban merupakan seorang pelajar. Informasi dari aparat Polsek Mauk menyebutkan, pada tubuh korban ditemukan bekas luka lebam di bagian dada dan tangan kanan. Hal ini memunculkan tanda tanya terkait penyebab pasti kematian korban.
“May*t ditemuin kesangkut di ranting pohon yang bekas kanyut kebawa banjir dipinggiran kali adem,kerbawa arus kali mach," ujar seorang warga sa'at tengah turut menyaksikan penemuan tersebut di lokasi.
Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas juga menemukan satu unit sepeda motor Honda Scoopy berwarna hitam putih dalam kondisi stang terkunci, yang diduga berkaitan dengan korban.
Petugas kepolisian bersama tim terkait langsung melakukan evakuasi dan membawa jasad ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum serta pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, korban disebut-sebut berinisial N, warga Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Namun, hingga saat ini identitas resmi korban masih dalam proses penyelidikan.
Pihak kepolisian masih mendalami apakah kematian korban murni akibat hanyut terbawa arus banjir atau terdapat unsur lain. Kasus ini kini menjadi perhatian serius warga dan menimbulkan duka sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.***
Pewarta : Dewi Sari.
Posting Komentar
0Komentar