KTNA Pakuhaji Turun Tangan Bersihkan Sungai, Soroti Minimnya Perhatian Dinas Terkait

Radarberitanasional.co.id
By -
0


TANGKAB ||RBN.CO.ID- Kondisi memprihatinkan aliran sungai sekunder yang menjadi sumber irigasi persawahan di Kecamatan Pakuhaji,Kab.Tangerang-Banten, mendorong Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat turun langsung berjibaku melakukan pembersihan secara swadaya gotong-royong (25/3/26).

Aksi tersebut dilakukan di sepanjang kurang lebih 3 kilo meter aliran sungai yang melintasi empat desa, yakni Paku Alam, Buaran Mangga, Sukawali, dan Suryabahari. Sungai yang seharusnya menjadi penopang utama pengairan sawah, kini dipenuhi sampah rumah tangga hingga limbah bekas kemasan industri serta tumbuhan liar seperti eceng gondok,Kangkung dan sebagai nya.

Ketua KTNA Kec.Pakuhaji, Apendi Bin H.Junaedi, menyampaikan bahwa kondisi ini tidak hanya teecemar,tetapi juga merusak keindahan estetika lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran distribusi air ke lahan pertanian warga. “Aliran air tersendat karena tumpukan sampah dan pendangkalan. Kami temukan banyak sekali limbah, mulai dari plastik, pampers, hingga bekas kemasan produk industri di dasar sungai. Ini jelas mengganggu fungsi irigasi,” ungkap nya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa terus dibebankan kepada masyarakat semata. Ia menilai perlu adanya peran aktif dan keberlanjutan serta wujud perhatian dari pemerintah dan dinas-dinas terkait dalam menangani normalisasi sungai.


KTNA menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penanganan sungai dinilai belum maksimal. Padahal sebelumnya, pemerintah terkait pernah menurunkan alat berat berupa Escavator (Beko) untuk melakukan pengerukan.


“Dulu pernah ada pengerukan menggunakan alat berat, sekitar dua tahun yang lalu tapi sekarang belum terlihat lagi tindak lanjutnya. Sementara kondisi sungai semakin memprihatinkan,jika dimusim penghujan berakibat banjir meluap dan jika kemarau aliran air tersumbat karena onggokan sampah-sampah yang bersedimen didasar kali sekunder ini,” kata Apendi lagi.


Selain faktor tehknis, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah juga menjadi persoalan yang memperparah kondisi. Namun demikian, KTNA menegaskan bahwa edukasi dan pengawasan tetap membutuhkan dukungan pemerintah. Aksi gotong - royong yang dilakukan KTNA menjadi gambaran nyata serta kepedulian petani terhadap keberlangsungan sektor pertanian, namun, mereka berharap tidak dibiarkan berjuang sendiri.


“Kami berharap pemerintah terkait segera turun tangan, bukan hanya melihat, tapi memberikan solusi konkret seperti normalisasi sungai dan pengendalian sampah, ini menyangkut hajat hidup petani dan ketahanan pangan,” tegas nya mengakhiri.


KTNA menilai, tanpa langkah cepat dan terintegrasi, persoalan ini berpotensi terus berulang dan merugikan petani yang sangat bergantung pada kelancaran sistem irigasi.***


Pewarta : Abdul Aziz (PMJ)
Editor     : Dewi Sari.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)