TANGKAB ||RBN.CO.ID- Genangan air yang disebut "warga", sebagai “banjir abadi” di wilayah Tanah Merah, Kec. Sepatan Timur, Kab Tangerang-Banten, kembali menjadi sorotan tajam publik. Buruknya sistem drainase di sepanjang Jalan Gatot Subroto (tanah merah), disebut-sebut sebagai faktor penyebab utama banjir yang terus terjadi meski tanpa hujan,(18/2/26).
Warga setempat mengaku kecewa terhadap penanganan pemerintah daerah dan pihak-pihsk terkait yang dinilai belum mampu memberikan solusi nyata atas persoalan tersebut. Mereka menduga saluran drainase tidak berfungsi akibat tersumbat dan tertutup bangunan liar di sepanjang jalur jalan tersebut.
“Kalau hujan tambah parah, tapi tidak hujan saja sudah banjir terus. Airnya kotor karena ini air comberan warga. Sangat mengganggu pedagang dan pengguna jalan,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, genangan air tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi pedagang sekitar, tetapi juga membahayakan pengguna jalan baik kendara'an maupun pejalan kaki. Kondisi becek dan bau disebut mengganggu kenyamanan lingkungan.
Tim jurnalis RBN.Co.id mengaku telah mencoba meminta klarifikasi kepada pihak PemdesTanah Merah dan kecamatan. Namun, respons yang diterima dinilai kurang solutif dan tidak menjawab harapan masyarakat terkait penanganan konkret drainase di lokasi tersebut.
Warga juga menyebut bahwa survei lapangan dari pihak kecamatan pernah dilakukan sekitar sepekan lalu, namun hingga kini belum terlihat adanya tindak lanjut fisik di lapangan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah tegas dan efektif untuk memperbaiki sistem drainase, mengingat genangan terjadi di jalur aktivitas ekonomi warga dan menjelang bulan suci Ramadan 2026.
“Kondisi ini tidak nyaman dilihat dan sangat mengganggu aktivitas. Apalagi kalau hujan, airnya makin tinggi,” ujar seorang pekerja bengkel las di sekitar lokasi.
Warga turut meminta perhatian Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah untuk mengevaluasi penanganan drainase di wilayah tersebut serta memastikan fungsi pengawasan pemerintah daerah berjalan optimal. Masyarakat berharap perbaikan drainase dapat segera direalisasikan agar aktivitas warga kembali normal dan lingkungan menjadi lebih sehat serta nyaman.***
Jurnalis: Abdul Aziz (PMJ)
Editor : Dewi Sari
Posting Komentar
0Komentar