TANGERANG||RBN.CO.ID-Kisah memilukan menyayat hati terjadi di ruas Jalan Raya Cirarab, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Seorang pemuda belasan tahun bernama Fahri (17), yang mengaku telah putus sekolah, setiap hari ia rela berpanas-panasan menutup lubang jalan dengan peralatan seadanya yang sengaja dibawa nya.
Mirisnya, lokasi tersebut tak jauh dari kantor Kecamatan Sukadiri. Sa'at ditemui tim awak media Radarberitanasional.co.id pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB, Fahri tampak lusuh, berkulit legam terbakar matahari, namun tetap bercangkul dengan sabar dan penuh semangat membantu mentupi jalan yang berlubang dan rwtak disana-sini.
Fahri mengaku tinggal bersama ibunya di Desa Rawa Kidang, Kecamatan Sukadiri. Ayahnya telah lama meninggal dunia, meninggalkan keluarga kecil itu dalam keterbatasan ekonomi. Sejak kelas 4 Sekolah Dasar, Fahri sudah tidak lagi bisa melanjutkan pendidikan karena ketiadaan biaya.
" Fahri dulu sekolah cuma sampai kelas 4, gak punya duit. Bapak udah gak ada. Sekarang bantu-bantu mobil truk lewat, urugin lubang jalan pakai pacul yang ada buat makan,mao cari kerjaan susah juga gak punya ijazah," tutur Fahri polos kepada tim media sambil menunduk dagu.
Setiap pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Fahri berjalan menyusuri lorong perkampungan dengan membawa cangkul dan sekop tua.Menuju jl raya cirarab yang berkisar sekitar 300meteran dari kantor kecamatan sukadiri, Ia dengan telaten berusaha memperbaiki lubang-lubang jalan dengan mengeruk material dari sudut lain ke mana badan jalan yang berlubang dan kerap di lintasi ban-ban mobil di kawasan Cirarab agar kendaraan bisa melintas lebih aman.
Di tepi jalan, Fahri meletakkan kardus bekas mie instan sebagai wadah berharap sedekah dari pengendara yang lewat. Ia tidak meminta banyak hanya mengharafkan kebaikan hati siapa-pun yang tergerak hatinya melihat usaha nya itu.
Kondisi ruas jalan Cirarab sendiri tampak memprihatinkan. Permuka'an beton yang pecah dan terbelah di banyak titik membuat kendara'an, terutama truk, berguncang hebat setiap kali melintas seolah diombang-ambing ombak di lautan, mengerikan !
Kisah Fahri menjadi potret nyata masih banyaknya anak muda di pelosok daerah yang terpaksa mengorbankan masa depan pendidikan demi bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan "minimnya perhatian pemerintah".
Wartawati : Dewi Sari
Penulis : Taer.
Boks Redaksi :👇
Anda Klik tekan lama buka tautan di bawah ini, bulatan CROME (Open) klik/tekan berhasil.
👇
https://radarberitanasional.co.id/pages/redaksi-box
Posting Komentar
0Komentar