TANGERANG KAB ||RBN.CO.ID-Duga'an penipuan arisan paket Lebaran mencuat di wilayah Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang-Banten, Puluhan warga yang merasa dirugikan resmi melaporkan penyelenggara arisan berinisial SW ke Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (2/3/2026).
Laporan tersebut dilayangkan setelah para peserta tidak menerima paket sembako yang dijanjikan menjelang Hari Raya. Berdasarkan keterangan korban, arisan itu menawarkan paket kebutuhan Lebaran dengan harga di bawah pasaran.
Setiap anggota kabar nya diwajibkan menyetor iuran antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan selama 11 bulan.
Andri (41), salah satu peserta, mengatakan pada awalnya arisan kesan berjalan normal dan komunikasi di group WhatsApp terbilang aktif. Namun, mendekati jadwal distribusi paket, pengurus mulai sulit dihubungi, akunya.
“Awalnya ada alasan keterlambatan pengiriman barang. Tapi setelah itu konon nomor kontak tidak aktif lagi dan group ditutup tanpa penjelasan,” ungkapnya.
Korban lain, Siti (38), mengaku tidak menaruh curiga karena arisan tersebut diikuti banyak warga sekitar. “Pesertanya banyak, jadi kami percaya. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dan uang kami juga belum kembali,” katanya. Menurut pendata'an sementara, jumlah peserta arisan disebut mencapai lebih dari 100 orang.
Jika ditotal, kerugian diperkirakan menembus ratusan juta rupiah. Para korban berharap kepolisian segera memanggil terlapor dan menindaklanjuti laporan agar ada kepastian hukum. Pihak kepolisian dikabarkan tengah melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan bukti transfer dan percakapan digital yang berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyata'an resmi dari terlapor mengenai laporan yang dilayangkan para peserta.
Peristiwa ini menjadi pengingat kita semua bagi masyarakat untuk lebih selektif tidak mudah percaya dalam mengikuti arisan atau program pembelian paket berbasis cicilan. Warga dihimbau memastikan legalitas atau per ijinan usaha yang menjadi penyelenggara serta transparansi pengelola'an dana pun kita awasi ketat guna menghindari risiko kerugian di kemudian hari.***
Pewarta : Taer/Alex
Editor. : Red.
Posting Komentar
0Komentar