Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan air merendam halaman depan Mushollah Al Hidayah dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga sekitar, termasuk akses menuju tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku banjir di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, area sekitar mushollah kerap tergenang akibat sistem drainase yang dinilai tidak optimal.
“Kami sangat prihatin. Apalagi sekarang mushollah sedang direnovasi, sementara biaya pembangunan berasal dari swadaya warga. Kalau terus kebanjiran, tentu menghambat proses pembangunan,” ujar Saudi (38), warga setempat.
Renovasi Mushollah Al Hidayah diketahui merupakan hasil gotong royong masyarakat RT 004/10 yang selama ini dikenal solid dalam membangun sarana ibadah yang layak dan nyaman bagi warga.
Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem drainase di wilayah tersebut. Penanganan banjir secara permanen dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang, sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat dapat berjalan dengan normal.***
Pewarta : Dewi Sari/Tim.
Posting Komentar
0Komentar