PROF. DR. SUTAN: "SENYUM PAHLAWAN INDONESIA JENDERAL H.M. SOEHARTO BERSAMA KEMAKMURAN INDONESIA"

Radarberitanasional.co.id
By -
0

> "Selamat Hari Pahlawan 10 November 1945 – 10 November 2025. Untuk negaraku, Indonesia, jayalah selalu bersama senyum Sang Jenderal H.M. Soeharto simbol ketangguhan dan kemakmuran bangsa yang disegani dunia," ujar Prof. Sutan Nasomal kepada media cetak dan online nasional maupun internasional melalui sambungan telepon dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta.


Dalam wawancara tersebut, Prof. Sutan, tokoh pers nasional sekaligus pakar hukum internasional dan ekonom — menilai perjalanan bangsa Indonesia menuju kemajuan tidaklah mudah.
Pasca pemberontakan dan situasi sulit di era 1970-an, Indonesia masih tergolong negara miskin dengan jumlah penduduk lebih dari 100 juta jiwa.

Namun, menurutnya, Jenderal H.M. Soeharto berhasil membawa perubahan besar melalui program transmigrasi yang visioner, membuka hutan menjadi permukiman, dan memberi tanah serta lahan bagi masyarakat miskin untuk berladang.

> "Dengan keberanian dan kepedulian tinggi, Jenderal Soeharto menolong rakyat kecil agar mandiri. Sepuluh tahun kemudian, dunia mengakui Indonesia sebagai salah satu negara penghasil beras terkuat di Asia," jelasnya.


Memasuki tahun 1980-an, lanjut Prof. Sutan, Soeharto membuka kawasan industri terbesar di Asia yang menarik minat investor asing. Dengan kekayaan sumber daya alam dan kebijakan pembangunan nasional melalui Repelita, Indonesia mencapai puncak kejayaan ekonomi pada tahun 1990.

Pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, jembatan, dan jalan tol antar kota, menjadi fondasi pemerataan ekonomi dari Sabang sampai Merauke.
Dalam bidang pendidikan, prinsip "Tut Wuri Handayani" menjadi pedoman nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program ABRI Masuk Desa dinilai Prof. Sutan sebagai langkah strategis yang sangat istimewa, karena membantu membangun jembatan, memasang jaringan listrik ke pelosok, dan membuka isolasi desa tertinggal.
Selain itu, koperasi dan sektor perikanan juga diperkuat melalui kredit murah, pelelangan ikan yang mudah diakses, serta pemberdayaan nelayan.

> "Senyum Sang Jenderal H.M. Soeharto adalah simbol kemakmuran Indonesia. Beliau menjadikan bangsa ini dihormati dunia, dengan kerukunan ratusan suku, bahasa, dan agama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," tutur Prof. Sutan.


Ia juga menyinggung keberhasilan Indonesia di era itu dalam membangun satelit Palapa, memperkuat komunikasi nasional, serta mempersatukan nusantara yang terdiri atas 17.000 pulau dan jutaan masjid menjadikan Indonesia sebagai negara dengan umat muslim terbesar di dunia.

Sebagai penutup, Prof. Sutan menyampaikan harapannya kepada Presiden Jenderal H. Prabowo Subianto agar mempertimbangkan penetapan Jenderal H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Besar Indonesia.

> "Rakyat Indonesia sangat berterima kasih atas jasa besar Jenderal Soeharto. Semoga Presiden Prabowo menjadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menetapkan beliau sebagai Pahlawan Besar Indonesia. Dan semoga para pemimpin bangsa selanjutnya dapat mengabdi dengan lebih baik dan ikhlas," pungkasnya.


Editor : Dewi Sari

Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.
Tokoh Pers Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka,
Jenderal Kompi & Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)