Proyek Bedah Rumah di Desa Sangiang Sep Tim Diduga Sarat Permainan, Oknum Pelaksana Terang-terangan Labrak SOP !!!
TANGERANG KAB. ||RBN.CO.ID– Program bedah rumah yang semestinya menjadi harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kp.Sangiang Kecil RT.003/004 Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang-Banten.Justru menuai sorotan tajam. Dari informasi yang dihimpun, terdapat sedikitnya lima titik proyek bedah rumah di wilayah tersebut yang diduga sarat permainan oknum-oknum dan libatkan pejabat.
Ironisnya, oknum pelaksana proyek terkesan labrak terang-terangan Standar Operasional Prosedur (SOP).diatara kasat mata telanjang para pekerja sengaja di biarkan tanpa APD,KIP dan tidak tampak adanya pengawasan dari konsultan dan pihak-pihak berkewajiban pun minim. Warga penerima manfa'at pun mengeluhkan kwalitas material yang disuplai dirasa tidak sesuai spesifikasi, bahkan ada indikasi penerima program diwajibkan menanggung sebagian biaya sendiri, misalnya seperti mulai dari pembelian batu merah hingga batu kali untuk pondasi sejenis nya, ketika di tanyai awak media untuk ke beberapa kali nya keluarga sasaran bedah rumah akhir nya mengakui bahwa itu bukan bedah, tetapi lahan kosong yang dibangun dari nol.
“Harusnya ini program bantuan, kok malah warga diminta keluar uang tambahan. Kalau begini namanya rakyat kecil dipermainkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kesal.
Lalu seorang ibu tersebut pun menyesali karena di nilai oknum-oknum pekaksanaan proyek bedah rumah kelihatan tebang pilih. "Rumah saya yang ada bangunan nya juga rombeng (Layak bedah,Red) malahan gak di bongkar, malahan yang belakang (Tetangga-Red) di kasih, iya tanah kosong itu mach bukan ada bangunan yang dibedah," keluh nya pada tim wartawan sesa'at di mintai keterangan.
Selain itu, minimnya pengawasan dari instansi terkait semakin menguatkan duga'an adanya permainan anggaran. Padahal, proyek ini bersumber dari dana pemerintah yang semestinya transparan dan berpihak penuh kepada rakyat.
Kalangan aktivis menilai praktik semacam ini bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan mengusut tuntas dugaan penyimpangan pada proyek bedah rumah di Desa Sangiang tersebut.
“Jangan sampai program pro rakyat ini jadi ladang bancakan. Kalau dibiarkan, rakyat yang mestinya terbantu malah makin sengsara,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik di Tangerang.
Hingga berita ini diterbitkan hingga beberapa kali pihak pelaksana masih lenggang kangkung seolah tanpa merasa bersalah,sementara pihak pemerintah desa terkait pun sudah memberikan keterangan resmi meski telah berulang kali dihubungi awak media. "Mereka pelaksana juga terakhir tidak kordinasi akan ada nya kegiatan,juga kami sudah bantu tim media massa untuk memfasilitasi agar terjadi nya pertemuan semua pihak-pihak terkait duduk bareng cari titik temu guna mengklarifikasi,tapii mereka tidak bisa hadir karena alasan pelaksana sakit," tegas orang nomor wahid yakni H.Komarullah,S.H yang pernah punya nama besar sebagai praktisi hukum se-pemdes sangiang.
Wartawan: Mat Pelor
Author : Taer-Red.
Posting Komentar
0Komentar