Senin:29.09.2025,21.45.02
DJK || RBN.CO.ID-Tokoh nasional sekaligus internasional Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SE, SH, MH mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar turun langsung menangani kesengsaraan rakyat yang semakin berat. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang morat-marit membutuhkan langkah nyata, termasuk perintah kepada para menteri dan penasihat ekonomi untuk segera mencari solusi bersama (29/9/25).
“Presiden harus mengumpulkan para pakar ekonomi. Jangan tunda lagi. Rakyat membutuhkan solusi nyata agar sejahtera. Kita butuh satu miliar lapangan kerja untuk menampung para sarjana dan pengangguran yang masih belum bekerja,” ujar Sutan Nasomal di kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta.
Potret Kesengsaraan Rakyat
Kondisi sulit juga diakui para warga. Seorang pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan menurunnya penghasilan drastis akibat lemahnya daya beli masyarakat. Banyak pelanggan setia berhenti memesan karena harga kebutuhan semakin tinggi.
Di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, tim media menemukan kisah memilukan. Seorang ibu bernama Putri, dengan tiga anak, mengaku sering hanya bisa memberi makan anak-anaknya dengan nasi sisa dari tetangga, sementara dirinya menahan lapar. Suaminya hanya bekerja di toko makanan hewan dengan gaji pas-pasan, sebagian besar habis untuk membayar kontrakan Rp1 juta per bulan.
“Ibu Putri seharusnya mendapatkan bantuan pemerintah, baik BLT maupun beras untuk rakyat miskin. Tapi kenyataannya, tidak pernah ada yang sampai,” kata Sutan Nasomal.
Selain itu, pekerjaan serabutan seperti memulung sampah menjadi tumpuan hidup banyak warga. Hasilnya pun sangat kecil: rata-rata Rp25.000 per hari untuk pemulung dan Rp35.000 per hari bagi ojol. “Kalau di Jakarta saja rakyat semakin miskin, apalagi di daerah,” ungkap Hadi, salah seorang ojol di Cipinang.
Dorongan Program Konkret
Sutan Nasomal menilai pemerintah pusat belum memiliki program efektif yang benar-benar menyentuh rakyat kecil. “Setidaknya rakyat harus bisa makan tiga kali sehari. Kalau kebutuhan dasar saja tidak terpenuhi, berarti negara belum hadir,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar Presiden segera memerintahkan jajaran kementerian untuk bekerja nyata, bukan hanya seremonial, demi menyelamatkan ekonomi kerakyatan.
Dewi Sari
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SE, SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka,
Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia,
Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta.
Call Centre: 08118419260
Boks Redaksi :
👇
https://radarberitanasional.co.id/pages/redaksi-box
Posting Komentar
0Komentar