Warga Sangiang Kecil Kecewa, Program Bedah Rumah Diduga Jadi Beban Baru !

Radarberitanasional.co.id
By -
0

Tangerang ||radarberitanasional.co.id–Alih-alih menjadi solusi,justru proyek bedah rumah di Kampung Sangiang Kecil RT. 03 RW.004, Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. justru menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan penerima manfa'at.(31/8/25).

Dikatakan oleh situan rumah disebut-sebut dewan Dayat,dari politisi Partai P3 Provinsi banten. mengungkapkan bahwa banyak warga terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk menjadikan pembangunan seperti pondasi, termasuk juga membeli batu merah dan batu kali. Padahal, seluruh kebutuhan pembangunan semestinya ditanggung 100 % penuh oleh anggaran program.

Kalau rakyat miskin masih harus bayar sendiri pondasi, lalu di mana letak kepedulian pemerintah..? Jangan sampai program bedah rumah ini hanya jadi kedok pencitra'an dan bancakan anggaran saja, sementara rakyat tetap sengsara..?

Kekecewa'an warga penerima sasaran semakin kuat karena mereka merasa bingung dengan janji manis oknum-oknum pemerintah yang menggaungkan program bedah rumah sebagai wujud keberpihakan pada rakyat kecil. Kenyata'annya, pelaksanaan di lapangan justru menambah beban ekonomi warga yang seharusnya terbantu.

Dan ketika awak media konfirmasi ke PPK Pelaksanaan melalui WhatsApp, bukan mendapatkan informasi yang baik justru malah mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dengan memarahi dengan kalimat yang tak seharusnya,"Ungkap Pelor salah satu tim media massa.


Kades Komarullah,S.H selaku pimpinan pemerintahan tingkat desa pun mengatakan tak ada setidaknya kordinasi untuk terkait kegiatan di wilayah nya,seolah pelaksana proyek tak mengindahi."Gak ada Kordinasi kedesa juga mereka ada proyek dilingkungan pemdes sangiang,"ungkap nya.


Publik kini mempertanyakan transparansi anggaran program tersebut. Apakah dana benar-benar disalurkan sesuai kebutuhan, atau ada oknum yang bermain di balik pelaksanaan proyek..? Jika kondisi ini dibiarkan, program sosial yang mestinya membawa keadilan bisa berubah menjadi ladang kecurangan dan penderitaan baru bagi rakyat miskin.

Wartawan: Mat Pelor
Penulis     : Taer-Red.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)