31.08.2025, 08.45.10
Jakarta ||radarberitanasional.co.id– Suasana ibu kota tidak lagi sepi, siang maupun malam. Ribuan massa terus melakukan aksi di kawasan Senen, Kwitang, hingga Gedung DPR RI. Gelombang rakyat yang kian membesar ini menjadi sorotan nasional, sebab seluruh masyarakat menunggu sikap tegas Presiden RI dalam memenuhi tuntutan rakyat.
Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya korban dari masyarakat dalam aksi tersebut. “Tembakan gas air mata dan kejaran aparat keamanan tidak akan menghentikan apapun, kecuali jika Presiden RI memenuhi permintaan rakyat yang pada dasarnya wajar,” tegasnya.
Menurutnya, solusi terbaik adalah Presiden mengundang mahasiswa serta perwakilan masyarakat untuk duduk bersama dalam dialog terbuka, sehingga tercipta saling memahami dan jalan keluar yang konkret.
Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menilai Presiden Prabowo Subianto sejatinya sudah menunjukkan kerja kerasnya hampir 200 hari terakhir. “Saya yakin Bapak Prabowo sangat menginginkan yang terbaik bagi rakyat. Hanya saja mungkin ada beberapa bawahannya yang tidak cerdas, sehingga timbul masalah besar,” ujarnya.
Ia mengibaratkan, “Bila ada gigi yang rusak parah, maka lebih baik segera dicabut agar cepat sembuh dan tidak menimbulkan rasa sakit. Begitu juga dengan siapapun yang membuat NKRI ini sakit, wajib dicabut dari jajaran Presiden RI.”
Prof. Sutan juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi isu miring yang menyebut aksi ini didalangi pihak asing. “Hanya orang yang tidak berjiwa besar yang akan menyebarkan gosip seperti itu. Rakyat tidak ingin Presiden ditikam dari belakang oleh elit politik yang menginginkan NKRI melemah,” katanya.
Ia menutup dengan pesan tegas: “Cukuplah air mata, darah, dan nyawa rakyat menjadi peringatan. Saatnya Presiden Prabowo Subianto berdialog langsung dengan masyarakat dan mahasiswa, demi terciptanya solusi dan keadilan bagi bangsa.”Tutup nya.
(Tim/Red)
Narasumber:
Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.
Hp/WA: 08118419260.
Posting Komentar
0Komentar